Peduli Pendidikan, Erick Thohir Bertemu Rektor Unikom dan STTB

BANDUNG, SM – Perhatian terhadap kepentingan rakyat yang tinggi juga ditunjukkan Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pendidikan. Seperti yang ditunjukkannya Sabtu (9/10/2021) di Bandung, Erick bertemu sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi (PT) dalam agenda silaturahmi.

Sejumlah program dibahasnya bersama Rektor Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Prof. Dr. Ir. H. Eddy S. Soegoto, MT, dan Rektor Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB), Muchammad Nasser, S.Kom.,MT yang juga Rektor temuda di Indonesia itu. Menurut Erick peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sangatlah penting.

‘’Perubahan dan perkembangan begitu pesat saat ini. Akselerasi tersebut memerlukan manusia-manusia handal. Apalagi era globalisasi, teknologi informasi. Disinilah kita amat membutuhkan peningkatan Sumber Daya Manusia. Rakyat harus dibekali, dan dibentengi ilmu pengetahuan yang memadai,’’ ujar Erick yang didampingi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Mingran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Sabtu (9/10/2021).

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Rektor Unikom Bandung itu, Erick siap membangun kolaborasi, memberi support kepada kampus-kampus yang mau bekerja sama. Menurut Erick, kedepan tantangan yang dihadapi anak bangsa kiat kompleks, pendidikan menjadi kunci utama.v

‘’Saya selalu mendorong kolaborasi. Untuk sektor pendidikan tentu saya memberikan konsen. Bagaimana kita mau nasib bangsa maju kalau kemitraan atau pengembangan pendidikan diabaikan. Itulah sebabnya, saya siap membangun kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, termasuk Unikom dan STTB,’’ kata Erick tegas.

Perhatian Menteri muda yang satu ini mendapat apresiasi dari civitas akademika Unikom dan STTB. Sebagaimana disampaikan Rektor yang juga Pendiri Unikom Bandung, Prof Eddy. Pihak Perguruan Tinggi, lanjut Prof Eddy telah membaca peluang kompetisi dunia kerja, sehingga pentingnya memadu-padankan keilmuan dan life skill.

‘’Terima kasih kami sampaikan kepada Pak Ercik Thohir, yang hadir dan mau berdiskusi seputar pendidikan. Tantangan pendidikan dan peluang begitu dimengerti beliau. Beliau juga bersedia berkolaborasi dengan kami. Dilain sisi, tantangan bagi pendidikan kita kedepan begitu plural. Makanya, penguatan kompetensi dan terhadap generasi kita sangat diperlukan. Agar mereka bisa mandiri, juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,’’ ujar Prof. Eddy yang juga diaminkan Rektor STTB.

Sekedar diketahui, pertemuan santai yang dikemas dalam silaturahmi dan makan malam bersama ini berlangsung sukses. Selain membicarakan pendidikan, relasi, tantangan serta solusinya. Erick juga berkomitmen berkolabirasi untuk pengembangan SDM. Silaturahmi yang penuh nuansa kekeluargaan ini diakhiri dengan foto bersama. (*/Amas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

Popular Posts

  • Cara Kirim Uang dari Luar Negeri ke Indonesia
    Cara Kirim Uang dari Luar Negeri ke Indonesia

    Cara Kirim Uang dari Luar Negeri ke Indonesia Metode dan Biaya Mengirim uang lintas negara kini semakin mudah berkat perkembangan teknologi finansial. Banyak orang membutuhkan layanan ini, baik untuk keperluan keluarga, bisnis, pendidikan, maupun investasi. Oleh karena itu, memahami cara kirim uang dari luar negeri ke Indonesia menjadi hal penting agar proses transfer berjalan lancar,…

  • Jika Gaji PMI Tidak Dibayar, Ini Solusinya
    Jika Gaji PMI Tidak Dibayar, Ini Solusinya

    Gaji PMI Tidak Di bayar Masalah yang Sering Terjadi Gaji PMI tidak di bayar merupakan salah satu masalah yang masih sering di alami oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara. Kondisi ini tentu sangat merugikan karena tujuan utama bekerja di luar negeri adalah untuk memperoleh penghasilan yang layak demi memenuhi kebutuhan keluarga di tanah…

  • Waspada Calo TKI Ilegal! Ini Cara Mengenali dan Melaporkannya
    Waspada Calo TKI Ilegal! Ini Cara Mengenali dan Melaporkannya

    Calo TKI Ilegal Ancaman Nyata bagi Calon Pekerja Migran Calo TKI ilegal masih menjadi masalah serius bagi banyak calon pekerja migran Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri. Para calo TKI ilegal sering memanfaatkan kurangnya informasi dan kebutuhan ekonomi masyarakat untuk menawarkan pekerjaan dengan janji gaji tinggi, proses cepat, dan biaya murah. Sayangnya, di balik…