Hak 8 PMI Korban Kapal Tanker Keoyoung Sun Terlindungi

JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memastikan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) terkait hak-hak delapan Pekerja Migran Indonesia yang menjadi korban atas tenggelamnya sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan, di perairan Shimonoseki di Jepang, pada Rabu (20/3/2024) lalu.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait untuk memastikan hak warga negara Indonesia terlindungi,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers di kantor BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2024).

Benny mengatakan, kapal bernama Keoyoung Sun dengan membawa muatan 980 ton dan diisi 11 awak yang terdiri atas delapan Pekerja Migran Indonesia, dua warga Korsel, dan satu warga China.

“Kapal tanker itu membawa 980 ton asam akrilat, bahan yang digunakan dalam cat, penggosok lantai, produk perawatan pribadi, dan deterjen. Sejauh ini belum ada bukti bahwa asam tersebut bocor ke laut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Benny menyebut dari 8 Pekerja Migran

Indonesia yang menjadi korban tenggelamnya kapal Keoyoung Sun, enam orang diantaranya dinyatakan sudah meninggal dunia, satu orang masih dalam proses pencarian dan satu orang dirawat di Rumah Sakit di Jepang.

“Satu atas nama Asep Saifudin Zuhri (36) Cirebon Barat status masih dalam proses pencarian, Ade Supratman (31) Jawa Tengah dinyatakan status meninggal dunia, Muhammad Munir Agung Sutarmono (24) Jawa Timur status meninggal dunia,” ungkapnya.

“Rian Udayana Rizard (31) Jawa Barat status selamat dan dirawat di RS Jepang, Rosim (42) Status dinyatakan Meninggal Dunia, Suwatno (49) status dinyatakan meninggal dunia, Yudi Yudiyana Abdullah (47) status meninggal dunia, Riko Maryanto (48) dinyatakan meninggal dunia,” sambungnya.

Benny menyebut telah menghubungi keluarga 8 Pekerja Migran Indonesia tersebut di Indonesia untuk menginformasikan musibah ini dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi.

“Kita telah menghubungi keluarga korban yang ada di Indonesia untuk memberitahu peristiwa tersebut, kami juga terus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk memastikan hak-hak para Pekerja Migran Indonesia terpenuhi, kami akan terus pastikan,” tuturnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

Popular Posts

  • Pekerja Migran Indonesia (PMI): Panduan Lengkap Kerja ke Luar Negeri

    Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah terminologi hukum pengganti Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjamin hak perlindungan negara secara menyeluruh, mulai dari pra-penempatan, masa kerja, hingga purna-penempatan. Validitas perlindungan ini terikat pada penggunaan jalur prosedural, yang memitigasi risiko eksploitasi dan jerat hukum di negara tujuan utama seperti Jepang, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, dan kawasan Timur…

  • Apa Itu TKI? Definisi, Dasar Hukum, dan Bedanya dengan PMI
    Apa Itu TKI? Definisi, Dasar Hukum, dan Bedanya dengan PMI

    TKI merupakan istilah lama yang secara umum merujuk pada warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, sementara pemerintah saat ini secara resmi menggunakan istilah PMI sebagai sebutan hukum yang berlaku. Perbedaan antara TKI dan PMI tidak terletak pada jenis atau status pekerjaannya, melainkan pada perubahan terminologi dan kerangka hukum yang mengaturnya. Melalui konsep PMI,…

  • Cara Kerja ke Jepang untuk Pekerja Migran Indonesia: Jalur, Syarat, dan Proses Lengkap

    Kerja ke Jepang menjadi pilihan populer bagi Pekerja Migran Indonesia karena menawarkan gaji kompetitif, sistem kerja yang jelas, serta perlindungan hukum yang relatif kuat. Melalui berbagai jalur resmi seperti Program Specified Skilled Worker (SSW/Tokutei Ginou), magang teknis (IM Japan), hingga jalur visa kerja profesional, pemerintah Jepang membuka kesempatan luas bagi tenaga asing yang memenuhi kualifikasi.…