Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Kehadiran e-Paper Suara Migran

USAHA untuk mengintegrasi seluruh kegiatan dan program yang dilaksanakan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), diakui tidak mudah.

Maka, e-paper Suara Migran hadir untuk itu. Fokus prioritasnya sepesifik pada kegiatan-kegiatan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Pemberantasan Sindikat Penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selebihnya adalah memotret kerja BP2MI secara holistik.

Sekilas mereview, dimana semenjak dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, Rabu, 15 April 2020, Benny Rhamdani, Kepala BP2MI berkomitmen memberi diri secara total untuk Indonesia. Memajukan BP2MI dengan 9 prioritas programnya. Benny siap membenahi urusan penempatan dan pelindungan PMI dari hulu hingga hilir. Cita-cita suci itu ditunaikannya melalui implementasi kerja yang terbilang akseleratif. Kerja optimal dan profesional, Benny membuat BP2MI menjadi inklusif juga dekat dengan masyarakat.

Terobosan penuh inspirasi dari Kepala BP2MI yang juga jebolan Aktivis ’98 itu perlu direkam. Didokumentasikan melalui media koran digital (e-paper), agar apa?. Tentu selain terukur, dapat menjadi proses akuntabilitas dari kinerja BP2MI ke publik. Ikhtiar ini juga akan memotivasi Kementerian/Lembaga pemerintah lainnya. Koran digital memperkuat pula memory kolektif masyarakat bahwa instansi pemerintah harus tiap waktu hadir di tengah masyarakat. Tidak tertidur pulas saat masyarakat membutuhkan kehadirannya.

Ekspekasi kita adalah agar informasi, pencerahan dan literasi yang dihasilkan tertanam dibenak memory kolektif masyarakat. Tidak boleh diabaikan, senjata propaganda membangun kesadaran publik salah satunya melalui edukasi semacam ini. Bagaimana publik aware dan peduli, lalu ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah, jika mereka tak mengerti perannya. Seperti itu pula, menjadi parah bila mana pemerintah apatis, tidak mau mengedukasi masyarakat. Terkait program pemberdayaan BP2MI, masyarakat perlu secara berkala diajak dan diberi sosialisasi untuk ikut terlibat.

Sudah sejauh mana, dan apa yang perlu pula masyarakat kontribukasikan untuk pembangunan, itu amat penting. Karena dalam referensi yang kami temui, gagalnya partisipasi publik disebabkan masyarakat tidak diedukasi. Masyarakat tidak diberi ruang berkarya bersama. Di sinilah letak runtuhnya kerja sama pemerintah dan masyarakat. Kemitraan menjadi pincang, hanya soal ego sektoral serta arogansi pemerintah. Cela inilah yang sedang kita carikan solusinya dengan menghadirian koran digital.

Rancangan besar media ini juga menyediakan segmen untuk para PMI maupun purna PMI bicara. Mereka menyampaikan unek-uneknya, memberi usulan untuk kemajuan BP2MI. Etos kerja yang tinggi dari Kepala BP2MI mesti ditopang, disinergikan dengan gerakan kolaborasi yang esensial. Kerja yang substansial dan teknis yang menjadi kewenangan BP2MI akan kita sajikan dalam media ini. Kiranya masyarakat teredukasi, dan menjadikan koran digital ini sebagai sarana edukasi yang mencerahkan.

Suara Migran juga berupaya mengakomodir aneka macam kegiatan di BP2MI. Baik itu dari Kepala Badan, Sekretaris Utama, Satgas, Deputi, Kepala Biro maupun Direktur sampai Kepala UPT BP2MI. Diharapkan dapat menumbuhkan legacy dan militansi kerja yang meluas. Sebagai efek rumah kaca bagi jajaran BP2MI agar memacu diri bekerja. Lahirnya soliditas kerja di BP2MI inilah yang diharapkan. Artinya, perubahan bukan datang sendiri, melainkan melalui upaya matang dan intensif dari internal BP2MI sendiri.

Selain itu, diyakini bahwa pola mengkonstruksi kesadaran bersama juga adalah kunci berhasilnya program BP2MI. Suara Migran sebagai entitas dari lokomotif perubahan tentu berperan efektif mendistribusi iklim perubahan yang produktif. Sebagai salah satu jalan alternatif dan jalan baru, bukan satu-satunya jalan absolut menuju perubahan, Suara Migran bercita-cita melahirkan kreatifitas dan inovasi, tanpa henti.

Orientasinya untuk mengaktualisasikan narasi besar Kepala BP2MI. Seperti ungkapan inspiratif Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengabdi bekerja untuk Indonesia dan Merah Putih merupakan bukti kepatuhan kita, menuju jalan surgawi. Itu sebabnya, jabatan serta kesempatan jangan disia-siakan untuk berbuat baik bagi PMI, berbuat baik untuk banyak orang. Tanpa harus takut, minder atau berhenti dengan intervensi praktek pasar gelap tertentu.

Penempatan dan pelindungan, dalam tiap kesempatan disampaikan Benny Rhamdani, Kepala BP2MI, harus dilaksanakan dengan cara extra ordinary. Begitu pula dengan usaha serius mengangkat wibawa dan jati diri PMI. Benny betul-betul bermental driver tangguh, ia menempatkan PMI sebagai warga VVIP. Pesan optimisme seperti ini yang perlu disampaikan ke publik. Agar kerja BP2MI tidak sekedar terilustrasi, tapi menjadi role model. (Amas Mahmud/Redaktur Pelaksana)