Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Kloter Kedua, BP2MI Berangkatkan CPMI Korea Selatan

999

SM, JAKARTA – Penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) program G to G Korea Selatan kembali dilakukan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Selasa, (14/12/2021). Pada kloter kedua ini, lima puluh CPMI dilepas.

Proses pelepasan dipimpin langsung Kepala BP2MI, Benny Rhamdani. Dalam sambutannya, Benny menjelaskan terkait perjuangan ekstra BP2MI dan pentingnya kehadiran negara untuk membela Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Tidak mudah kita lewati sampai terealisasinya penempatan CPMI Korea Selatan ini. Dimana pada saat pandemi COVID-19, semua tahapan penempatan Pekerja Migran Indonesia menjadi begitu diperketat. Walau begitu negara wajib hadir untuk membela rakyatnya. Terlebih dalam mewujudkan program G to G,” ujar Benny di Hotel Anara Soeta, Jakarta.

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI saat memberi arahan

Kepala BP2MI menjelaskan pula terkait cita-cita dan ekspektasinya untuk melakukan perbaikan dalam seluruh program BP2MI. Bagi Benny, jika negara mampu mestinya semua biaya penempatan untuk program G to G digratiskan.

“Bahkan saya berharap program penempatan CPMI untuk G to G lebih menggambarkan kehadiran negara. Baik pemeriksaan PCR, preliminary, karantina, dan biaya penempatan seluruhnya ditanggung negara. Itu harapan saya. Sekarang karena anggaran BP2MI terbatas, maka kita hanya bisa meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KTA),” kata Benny.

Untuk meluruskan simpang siur informasi di media sosial. Politisi Partai Hanura itu juga menyebutkan bahwa selama musim pandemi, BP2MI tetap memberangkatkan CPMI. Para CPMI Korea Selatan dalam kesempatan tersebut diingatkan agar bekerja Dan berdoa jika telah tiba di negara penempatan. Janga kebersamaan dan selalu mencintai Indonesia.

Foto bersama Kepala BP2MI dan CPMI

“Semua yang dilakukan seperti pembebasan biaya PCR dan pembebasan biaya karantina CPMI tidak lain adalah bentuk dari kehadiran negara. Walau dalam situasi keterbatasan BP2MI tetap hadir membela PMI. Alhamdulillah satu persatu harapan saya dapat diwujudkan. Dimana sebelum-sebelumnya karantina tetap dipungut biaya ke CPMI. Saya mengingatkan saudara-saudari CPMI agar bekerja disiplin dan selalu berdoa saat tiba di negara penempatan,” tutur Benny menutup. (*/mas)

Tinggalkan Balasan