Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Kerja Berlari, Kepala BP2MI Ingatkan Tim Evaluasi UPT

9

SUARAMIGRAN, JAKARTA – Menatap Tahun Penempatan 2022, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani gencar memantapkan persiapan untuk bekerja berlari. Setelah menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) yang diperluas. Senin, (17/1/2022), Benny menggelar lagi Rapim bersama Tim Evaluasi Unit Pelayanan Teknis (UPT) BP2MI.

‘’Rapat ini penting karena Tim Evaluasi UPT bekerja dengan dedline. Artinya harus bekerja cepat dan maksimal. Kita bekerja berlari, tuntas, serta bekerja berkolaborasi. Besok sudah harus ke daerah-daerah mengevaluasi UPT sesuai tugas wewenang masing-masing. Saya tidak mau kita selesai dalam ruang-ruang Rapim, lalu tidak ada progres,’’ kata Benny.

Melalui rapat yang dihadiri Plt. Sestama yang juga Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawan Eropa Timur Tengah, Irjen Pol. Achmad Kartiko, Deputi Gatot Hermawan dan Deputi Lasro Simbolon tersebut, Kepala BP2MI setelah memberikan arahan melanjutkan dengan diberikannya kesempatan untuk memaparkan rencana kerja yang akan diaktualisasikan.

‘’Masing-masing Tim telah diberikan kesempatan memaparkan rencana kerjanya. Saya berharap pimpinan Tim yang dipimpin para Deputi ini dapat bekerja akseleratif. Memang kita harus kerja berlari. Sembari tetap memperhatikan prinsip dan nilai-nilai substansial dari pekerjaan yang kita jalankan. Bekerja sesuai ketentuan regulasi, itu yang saya harapkan,’’ ujar Benny, pimpinan Komite I DPD RI periode 2014-2019 ini.

Selanjutnya, Benny memberi gambaran terkait betapa unggulnya kerja-kerja kolektif yang dibarengi disiplin tinggi diwujudkan. Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura itu mengaku 9 program prioritas BP2MI akan dapat dicicil satu persatu di tahun penempatan. Kerja dengan menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai warga terhormat yang wajib dilayani perlu terus-menerus dibuktikan.

Arahan dari Kepala BP2MI

‘’Dengan kerja kolektif saya yakin semua program kita berjalan lancar. Maaf jika saya terlalu serius, untuk evaluasi kerja saja kadang saya marah-marah dan selektif. Begitulah karena saya tidak mau amanah yang diberikan masyarakat kita sia-siakan. Kita disini untuk bekerja. Ya, bekerja demi kepentingan PMI. Dari merekalah kita digaji. PMI sudah kita tetapkan sebagai warga VVIP, yang harus diberlakukan hormat. Mari ramai-ramai kita tunjukkan itu sebagai suatu kebanggan bersama,’’ tutur Benny menutup. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan