Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Negara Perlu Intervensi Rp8 Triliun Pembiayaan PMI ke Luar Negeri

Benny Lepas 238 PMI ke Korea Selatan Skema G to G

3

JAKARTA – RI mengirim pekerja migran sekurang-kurangnya 270 ribu orang per tahun ke Luar Negeri. Dari jumlah ini, menurut Kepala BP2MI Benny Rhamdani memerlukan total Rp8,2 triliun untuk pembiayaan dari hulu sampai hilir.

Artinya dari mekanisme pendaftaran hingga pemberangkatan. Benny mengasumsikan nilai atau pembiayaan all ini per PMI sekitar Rp30 juta hingga tiba di Negara tujuan.

Jumlah itu secara rinci untuk biaya pelatihan, pembuatan visa dan paspor, pemeriksaan kesehatan, hingga tiket pesawat berangkat ke negara penempatan.

- Advertisement -

Nah, seandainya Negara menyiapkan Rp8,2 triliun untuk pembiayaan PMI, jumlah itu tak sebanding dengan devisa yang hasilkan anak negeri selama setahun.

Sebagai pahlawan devisa, PMI memasok devisa minimal 159,6 triliun rupiah per tahun. Itu berarti BP2MI hanya membutuhkan 19,4 persen dari nilai devisa untuk memberangkatkan 270 ribu PMI ke luar negeri.

- Advertisement -

“Sebagai pahlawan devisa, saya ingin seluruh pembiayaan Pekerja Migran Indonesia sebelum berangkat ke Korsel dapat ditanggung negara, mulai dari biaya pelatihan, pembuatan visa dan paspor, pemeriksaan kesehatan, hingga tiket pesawat berangkat ke negara penempatan. Inilah komitmen negara terhadap para pahlawan devisa. Mereka menghasilkan devisa sebesar 159,6 triliun rupiah per tahun. Jika seorang kira-kira memerlukan biaya 30 juta rupiah dikalikan 270 ribu orang yang berangkat per tahun, hanya memerlukan 8,2 triliun rupiah. Negara semestinya bisa menyiapkan anggarannya,” jelas Benny melepas sebanyak 238 Pekerja Migran Indonesia Skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan (Korsel) di eL Hotel Royale Jakarta, Senin (25/3/2024).

Menurut Benny, melalui devisa tersebut, pembangunan infrastruktur dapat berjalan dan negara dapat membayarkan gaji seluruh aparatur negara. Tak berlebihan bila berbagai inovasi pelayanan telah dan sedang dilakukan untuk Pekerja Migran Indonesia.

Kepala BP2MI juga mengimbau agar seluruh Pekerja Migran Indonesia dapat berangkat dengan kepala tegak dan pulang dengan membusungkan dada.

“Kalian adalah cerminan Indonesia di mata dunia. Ketika kalian berperilaku baik, disiplin, dan hormat kepada majikan, maka mereka akan memberikan juga hormat kepada Indonesia. Ingatlah, di mana pun kalian bekerja, kalian adalah tetap Indonesia,” tutup Benny.***

Tinggalkan Balasan