Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Pertama di Indonesia, BP2MI Jalin Kerja Sama Tempatkan Perawat ke Jerman

14

JAKARTA, SUARAMIGRAN – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus memacu kerja Lembaga yang dipimpinnya. Kamis, (10/2/2022), bertempat di Command Center BP2MI, dilaksanakannya kick-off program penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) perawat skema Government to Government (G to G) ke Jerman.

“Posisi Indonesia menjadi negara pertama penempatan PMI di Jerman dengan skema G to G setelah berlakunya Undang-undang imigrasi Jerman terbaru. Ini terbosan serius, tidak main-main,” kata Benny saat sambutan.

Lanjut Benny mengatakan, kerja sama yang digagas merupakan bagian dari keberpihakan pemerintah pada rakyatnya. Atas kerja pemerintah Indonesia di Berlin, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Kesehatan, Benny berharap semua program tersebut berjalan tanpa hambatan yang berarti.

Menyanyikan Mars BP2MI

“Tidak terkecuali peran penting dari negara sahabat Republik Federal Jerman melalui Bundesagentur fur Arbeit (BA), GIZ untuk Indonesia dan Timor Leste, dan Kedutaan Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste. Tentu BP2MI menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi- tingginya. Saya berharap kerja sama ini berjalan dengan baik, tanpa ada hambatan yang serius,” ujar Benny, politisi asal Sulawesi Utara ini.

Kurang lebih 13 tahun penantian panjang, tambah Benny, akhirnya program Penempatan Pemerintah atau G to G di Jerman dapat terealisasi. Menyusul program G to G negara Korea Selatan dan Jepang pada tahun 2021, kini penempatan ke Jerman berjalan. Tidak hanya itu, melalui persetujuan tertulis antara BP2MI dan Bundesagentur fur Arbeit (BA) tentang penempatan dan pelindungan tenaga kesehatan Indonesia di Jerman peluang ini dapat dimanfaatkan rakyat Indonesia.

Sambutan Kepala BP2MI

“Tentu sejalan dengan terbitnya Undang–undang imigrasi Jerman terbaru tahun 2020 itu, memberikan harapan positif bagi tenaga terampil dan profesional yang memenuhi persyaratan dari negara–negara non-Uni Eropa, termasuk Indonesia, dapat bekerja di Jerman. Sejak terbit Undang-undang imigrasi Jerman yang baru, maka Indonesia siap menjadi negara pertama untuk penempatan perawat di Jerman melalui skema Penempatan Pemerintah atau G to G. Untuk Indonesia sendiri penempatan perawat dengan skema G to G di Jerman pada semester II tahun 2022 akan menjadi penempatan pertama PMI perawat di Jerman sebanyak 200 PMI,” tutur Benny.

Untuk diketahui, BP2MI telah menetapkan tahun 2022 sebagaibtahun penempatan PMI. Terlebih penguatannya pada skema Penempatan Pemerintah atau G to G dan G to P. Itu sebabnya, Benny mengatakan pemerintahb wajib hadir melayani PMI sejak awal proses. Sampai penempatan di negara tujuan dan kembali ke Indonesia.

“Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan berangkat, mereka berasal dari 25 Provinsi di Indonesia. 10 terbesar ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, NTT, Aceh, Sumatera Selatan dan urutan kesepuluh ada Bengkulu, Lampung, NTB, Riau, dan Sulawesi Selatan dengan jumlah sama masing-masing 4 CPMI. Saya berharap mereka mengharumkan nama Indonesia di Jerman,” ujar Benny tegas.

Sedang berlangsungnya Acara

Selain itu, Kick-off program penempatan perawat G to G di Jerman, menjadi momen penting dalam rangka memberikan motivasi bagi para kandidat calon PMI Perawat yang saat ini sedang mengikuti pelatihan Bahasa Jerman level B1 secara virtual. Agar mereka dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan optimal. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan