Melayani & Melindungi Dengan Nurani

BP2MI Telah Persiapkan Tempat Karantina untuk CPMI Korea

1,020

SM, JAKARTA – Gerak sistematis menjalankan rencana. Tidak sekedar melakukan rapat, seperti adanya tudingan dari segelintir pembully. Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengungkap progres dari persiapan pemberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

”BP2MI juga telah mempersiapkan tempat karantina sebelum CPMI berangkat ke Korea. Pertama di Graha Insan Cita (GIC) dan kedua, di hotel-hotel yang telah mendapat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” kata Benny, Rabu (10/11/2021).

Kepala Badan (Kabadan) menegaskan pula terkait prinsip-prinsip kerja sama yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan dan juga Taiwan. Bahwa nilai-nilai universal, kemanusiaan dan keadilan harus menjaga komitmen bersama untuk dijalankan secara sadar. Tidak bisa saling menghianati atau inkonsisten terhadap kesepakatan tersebut.

”Baik kerja sama dengan Taiwan dan Korea, Indonesia harus memposisikan diri secara setara. Menjunjung tinggi nilai kesetaraan, jangan ada yang merasa paling superior. Saling menghormati antara satu dengan yang lain, itulah prinsip-prinsip harus dijaga bersama. jangan saling mendominasi,” ujar Benny, politisi Partai Hanura ini tegas.

Tambah Benny menyebutkan bahwa CPMI Korea reguler yang sudah mengikuti preliminary education sebanyak 1.013 CPMI. Yang belum mengikuti 4.003 CPMI, kemudian CPMI Committed Worker (Re-Entry) sebanyak 1.171 orang. Jangan BP2MI lagi yang disalahkan, BP2MI telah melakukan kebijakan vaksinasi secara serius bagi CPMI.

”Vaksinasi kami lakukan secara serius melalui UPT BP2MI seluruh Indonesia. Bahkan kita melakukan sosialisasi melalui alat peraga, video pendek dan spanduk-spanduk yang disebar untuk ajakan CPMI mengikuti vaksinasi Covid-19 disetiap UPT. Masih terdapat CPMI yang belum mengikuti vaksinasi sama sekali. Data ini kami peroleh melalui Google Form yang kami sebar melalui website. Kami kirimkan data CPMI Korea ke Kemkes RI untuk melakukan verifikasi, mana CPMI yang telah mengikuti vaksinasi satu kali, dua kali atau belum sama sekali,” tukas Benny. (*/mas)

Tinggalkan Balasan