Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Terkait Penempatan Ilegal PMI, Titin Ditangkap Polda Jawa Barat

1,231

BANDUNG, SM – Gebrakan Badan Pelindungan Pekerja Migran (BP2MI) untuk menertibkan, melibas praktek ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI) massif dilakukan. Jumat (15/10/2021), Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menyampaikan keberhasilan penangkapan terduga sindikat di hadapan wartawan.

Bersama tim Polda Jawa Barat (Jabar), BP2MI berhasil mengamankan TM alias Titin. Dan telah menyelamatkan 36 orang calon PMI yang rencananya diselundupkan ke Luar Negeri sebagai tujuan negara penempatan. Penggerebekan dan penangkapan terhadap TM dilakukan di Cirebon.

Benny Rhamdani menyebut bahwa penangkapan terhadap TM berdasarkan hasil sidak yang dilakukan BP2MI di tempat penampungan di Cirebon tahun lalu. Saat dilakukan sidak, BP2MI menemukan menemukan kejanggalan dan indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan.

“Menjadi niat kita ada bagaimana para calo dan bandarnya dipenjarakan. Diambil hak kekayaannya oleh negara. Awalnya, sidak atas tindaklanjut laporan masyarakat. Dimana disebut ada perekrutan calon PMI secara illegal di wilayah Cirebon. BP2MI saat itu mengamankan 7 orang, yang dibawa ke Jakarta untuk diperoleh keterangan lebih lanjut, dan sisanya tetap tinggal di penampungan,” ujar Benny di hadapan para awak media, Jumat (15/10/2021).

Lanjut Benny menambahkan TM sendiri hendak melakukan penempatan calon PMI secara ilegal. Total calon PMI hasil rekrutan TM berjumlah 36 orang.

“Ditemukanlah 4 orang berasal dari Jawa Barat dan sisanya dari luar Jawa Barat,” kata Benny dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring (online) tersebut.

Titin terduga calon PMI itu awalnya dilaporkan BP2MI ke Polda Jabar. Lalu dari Polda Jabar bersama BP2MI kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap TM yang berperan sebagai calo.

“Korban calon PMI dijanjikan akan diberangkatkan ke negara Taiwan dan Polandia dengan biaya penempatan yang sudah diserahkan ke TM sebesar Rp 25-50 juta,” tutur Benny.

TM saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Jabar. Benny juga menambahkan, pihaknya akan terus memberantas para calo atau sponsor penempatan ilegal.

“Saya tegaskan bahwa sikap BP2MI konsisten melawan para sindikat dan mafia. Saya mengajak semua pihak untuk melawan pelaku bisnis kotor ini, saya menyakini tidak hanya TM, tapi masih ada ratusan bahkan ribuan orang berkeliaran di semua Provinsi yang menjadikan para anak bangsa dan ibu-ibu menjadi korban penempatan ilegal,” ujarnya menutup.

Gerakan seperti ini, tambah Benny, akan terus kami lakukan. Dengan bentuk konsekuensi apapun, Benny mengatakan akan sangat siap dengan tulus ikhlas menghadapinya. Sebab yang dilakukannya tersebut demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia tercinta. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan