Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Hindari Penumpang Gelap, Kepala BP2MI Sambangi Kemenaker

2,191

SM, JAKARTA – Tidak berhenti mencari solusi, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), yang sering kali dianggap dan dituduh menjadi penghambat penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Taiwan dan Korea Selatan, Kamis (22/9/2021) mendatangi Kantor Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI).

Benny yang didampingi Tenaga Profesional (TP), dan salah satu Direktur hadir di Kantor Kemenaker RI diterima Sekjen Kemenaker, Anwar Sanusi bersama Dirjen yang menangani terkait urusan PMI. Dalam pertemuan tersebut Benny menyentil maksud baik kedatangannya untuk mencari solusi atas penempatan PMI dibeberapa negara yang karena pandemi Covid-19 mengalami penundaan keberangkatan.

“Termasuk yang marak atau viral dibicarakan sekarang soal penempatan adalah Korea Selatan dan Taiwan. Ya, ini bukan kemauan BP2MI menghambat calon PMI berangkat ke negara penempatan. Tapi disebabkan situasi Covid-19, sehingga negara tujuan penempatan membatasi adanya keberangkatan ke negara-negara tersebut,” ujar Benny.

Bahkan secara terbuka Benny mengajak Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah melalui Sekjen Kemenaker untuk duduk bersama dan berbincang di hadapan menyampaikan persoalan yang sesungguhnya. Kabadan Benny menyebut ada penumpan gelap juga yang sengaja memancing, mengaburkan suasana agar BP2MI dan Kemenaker berbenturan.

“Ada yang membenturkan BP2MI dan Kemenaker. Disebut-sebut ada konflik of interest antara kedua lembaga ini, padahal tidak ada. Saya menawarkan agar BP2MI dan Kemenaker melakukan konferensi pers, menjelaskan ke publik bahwa tidak ada kemauan, keterlibatan kedua lembaga ini untuk menutup penempatan PMI kedua negara tersebut yang sedang ribut. Terutama menjadi percakapan alot di sosmed. Mari kita buat forum atau konferensi pers bersama BP2MI dan Kemenaker RI untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya ke media massa,” ujar Benny, Kamis (22/9/2021).

Tutupnya Taiwan dan Korea Selatan, tegas Benny murni Karena Covid-19. Bukan dihambat pemerintah Indonesia. Melalui kesempatan itu, di hadapan Sekjen Anwar Sanusi, Dirjen Binapenta dan Sis Dirjen, Benny menyampaikan perhatian dan kepeduliannya terhadap nasib calon PMI yang belum dapat diberangkatkan.

Pemaparan Kepala BP2MI mendapat respon positif dari, Anwar Sanusi yang mengatakan pihak Kemenaker RI menyambut baik konsep dan upaya kerja kolaborasi yang diinsiasi BP2MI. Menurutnya harapan Benny Rhamdani sejalan dengan apa yang diinginkan Menteri Ketenagakerjaan RI.

Berlangsungnya pertemuan BP2MI dan Kemenaker RI

“Sambutan dan pemaparan dari Pak Benny Rhamdani untuk mengutamakan nasib PMI sejalan dengan yang didorong Ibu Menteri Ketenagakerjaan. Itu berarti menandakan kita semua mengharapkan kerja sama penempatan PMI ke Taiwan dan Korsel akan sama-sama kita dorong. Cari solusi bersama,” ujar Sanusi.

Untuk diketahui, para Tenaga Profesional (Stafsus) Kepala BP2MI, yang ikut hadir diantaranya Aulia Febriana dan Hengky Irawan, bersama salah satu Direktur, yakni Devril. Pertemuan diakhiri foto bersama dan Benny bersama rombongan mendapat pelayanan yang begitu akrab. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan