Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Kepala BP2MI Undang 49 P3MI, Ada Apa?

1,038

SM, JAKARTA – Dalam rangka menjalankan program penempatan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan berbagai pendekatan. Selasa, (28/9/2021) di Kantor BP2MI dilaksanakan pertemuan yang melibatkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya pertemuan itu dilaksanakan. Menurut Benny, terutama terkait hambatan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi yang mengalami hambatan harus dicarikan solusinya .

“Ini pertemuan, dan diskusi untuk merajut kebersamaan. Pertemuan biasa yang melalui diskusi, saya harapkan ada solusi dan saran yang bisa kita peroleh. Sengaja saya mengundang 49 P3MI agar bertukar pikiran, saling memberi saran untuk melahirkan solusi tentunya. Ini juga adalah tindaklanjut dari pertemuan saya dengan Kedubes Arab Saudi, 7 September 2021 lalu,” ujar Benny.

Dalam momentum brainstorming Kepala BP2MI dalam upaya mendorong penempatan PMI profesional terampil secara prosedural ke Luar Negeri tersebut, Bennya meminta agar P3MI berkhusnuzon. Benny meyakini dengan dialog akan melahirkan solusi, sehingga kendala-kendala yang dihadapi P3MI dapat diketahui untuk diberikan jalan keluar secara bersama.

“Saya meyakini dengan dialog dan pertemuan terbuka seperti ini akan membuahkan jalan keluar yang baik. Pemerintah dan pihak pelaku usaha harus kerja bersama. Spirit ini yang saya inginkan tumbuh, sehingga tidak terjadi lagi hambatan dalam penempatan PMI kita. Mari kita berkhusnuzon, dimana melalui pertemuan dan diskusi ini akan membuat kita solid. Lalu melahirkan solusi yang baik,” ujar Benny tegas.

Irjen Pol Ahmad Kartiko saat menyampaikan laporan

Pertemuan yang juga dihadiri Deputi Kawasan Timur Tengah dan Eropa, Irjen Pol Ahmad Kartiko, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Ayub Basalamah, Stafsus (TP) Kepala BP2MI Aulia Fenrina dan Hengky Irawan itu melahirkan diskusi interaktif yang dipandu Mukoram. Benny mengingatkan pula agar tidak ada monopoli perusahaan tertentu dalam urusan penempatan PMI. Yang hal ini nanti berdampak protes karena dinilai mendiskriminasi perusahaan lainnya.

“Tentu kita berharap urusan penempatan di Arab Saudi juga dapat berjalan. Pertemuan ini melahirkan usulan cerdas dan masukan berkualitas. Kemudian saya minta jangan ada monopoli P3MI. Silahkan Apjati mengambil perannya menjalankan aturan-aturan yang ada. BP2MI pada prinsipnya menghendaki agar semua program penempatan berjalan dengan baik dan benar,” tutur Benny menutup. (*/Redaksi)

Tinggalkan Balasan