Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Penempatan PMI ke Jerman Dimatangkan, GIZ Bertemu Kepala BP2MI

914

SM, JAKARTA – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Senin (20/12/2021), di ruang kerjanya menerima kunjungan dari GIZ (Gesellschaft fűr Internationale Zusammenarbeit) Indonesia. Pertemuan dengan pihak GIZ, yang merupakan representasi pemerintah Jerman ini membahas hasil wawancara Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk penempatan Jerman.

“Kita membahas sejumlah agenda kerja sama strategis, tentu berkaitan dengan penempatan Pekerja Migran Indonesia di Jerman. Terima kasih Mr. Martin Hanzen, yang telah berkunjung ke kantor kami dan melihat juga Command Center,” kata Benny.

Lanjut disampaikannya, bahwa rencana program penempatan Indonesia Jerman juga mendapat perhatian tersendiri pemerintah Jerman. Benny berharap jalinan kerja sama dan hubungan baik yang dibangun dapat memudahkan kolaboatif.

Suasana foto bersama

“Beberapa hal yang kami presentasikan mendapat respon dan apresiasi dari pihak GIZ. Kita berharap tahun 2022 akan menjadi tahun kolaborasi Indonesia – Jerman yaang juga sejalan dengan tahun penempatan yang dicanangkan BP2MI. Insya Allah kerja sama yang terus dibangun,” ujar Benny, politisi Partai Hanura itu.

Pertemuan ini dilangsungkan dengan penyerahan hasil interview CPMI perawat skema G TO G Jerman. Dari awalnya akan diterima 150 CPMI, namun karena hubungan baik yang dirajut, jumlah atau quota tersebut dinaikkan.

Benny Rhamdani dan Mr. Marten Hanzen

“Alhamdulillah Puji Tuhan hari ini ada 200 nama dan 33 Cadangan yang diserahkan dari proses interview GIZ. Selanjutnya proses pelatihan bahasa Jerman oleh Goethe Institute untuk sertifikasi B1 secara daring. Dan kemudian jika diberangkatkan dalam penempatan sambil menjalani kerja assistensi perawat di Jerman akan mendapatkan sertifikasi B2,” tutur Benny yang didampingi Hengky Irawan, Tenaga Profesional Kepala BP2MI, Aulia Febrina, StafSus Kepala BP2MI dan sejumlah Deputi di BP2MI.

Tidak hanya itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani meminta untuk transparansi dan keterbukaan agar segera 200 nama-nama CPMI itu diumumkan di www.bp2mi.go.id dan medsos resmi bp2mi. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan