Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Tegakkan Disiplin, Kepala BP2MI Minta Reward dan Punishment Diterapkan

15

SUARAMIGRAN, JAKARTA – Usai menerima mitra kerja Seasonal Worker Program (SWP) dalam agenda audiens, Rabu (19/1/2022). Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani melanjutkan rapat pimpinan (Rapim) terkait progres Tim Evaluasi Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang bertempat di ruang rapat Adelina Sau.

Kepala BP2MI langsung memimpin Rapim. Yang dihadiri Sestama, Deputi dan Direktur. Tim Evaluasi UPT juga diminta agar menerapkan apresiasi dan memberi sangsi bagi UPT. Kemudian dalam proses penilaian dihindari yang namanya penilaian subyektif.

“Ini adalah Tahun Penempatan, sehingga kita berharap BP2MI menjadi poros dan sentral perubahan yang nanti menjadi rujukan UPT. Kita wajib kerja disiplin, meningkatkan pelayanan. Saya berharap peningkatan produktifitas juga dapat dilakukan UPT. Untuk Tim Evaluasi UPT harus benar-benar objektif dalam memberikan penilaian. Tak boleh subyektif. Tentu Reward dan Punishment wajib diberikan agar dapat memacu kerja dari UPT,” kata Benny.

Situasi berlangsungnya Rapim di ruang rapat Adelina Sau

Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura ini juga mengulas soal tata kelola anggaran dan pertanggung jawabannya lebih selektif lagi diperhatikan. Tidak hanya itu, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) secara komprehensif menjadi konsennya pula. Karena bagi Benny, kerja lapangan mesti didukung dari kesadaran, konsep, dan pemahaman yang kuat.

“Baik terkait program maupun penganggaran, silahkan dipotret Tim. Hasil penilaian Tim Evaluasi nanti bisa menjadi rujukan saya untuk melakukan mutasi terhadap pimpinan UPT. Selain itu, bagi saya perlu dilakukan pengembangan, peningkatan terus-menerus terhadap Sumber Daya Manusia di UPT. Agar orkestrasi yang dilakukan BP2MI pusat dipastikan berjalan atau tidak di UPT. Evaluasi dan pembinaan ini bertujuan memacu semangat UPT BP2MI,” ujar Benny tegas.

Benny juga menyebut bagi UPT yang jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tertinggi perlu diberi apresiasi. Itu juga dijadikannya indikator penilaian sukses berkerja dari pimpinan UPT. Lanjut Kepala BP2MI, Tahun 2022 yang diproyeksikan menjadi Tahun Penempatan juga dimaknai sebagai ikhtiar memperbaiki dunia penempatan melalui tata kelola penempatan PMI secara baik, benar dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan