Melayani & Melindungi Dengan Nurani

BP2MI Selamatkan Puluhan Wanita Cantik dan Ratusan CPMI

1,748

Jakarta – Bukan sandiwara, perang terhadap sindikat pengiriman pekerja migran ilegal benar-benar dilakoni Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Di beberapa wilayah, Satgas Pengiriman PMI non prosedural menunjukkan taringnya. Mereka menggagalkan aksi pengiriman PMI non prosedural atau ilegal ke sejumlah negara.

Pada pertengahan Agustus 2021 lalu misalnya, Satgas berhasil menyelamatkan 19 wanita dari sindikat perdagangan manusia. Puluhan wanita cantik hendak diberangkatkan agen penyalur ilegal ke Singapura.

Beruntung aksi ini digagalkan BP2MI saat transit di Batam untuk menunggu keberangkatan ke negeri tetangga. Setelah diperiksa, mereka hanya menggunakan visa turis. Para wanita ini rata-rata mau dijadikan asisten rumah tangga di Singapura.

“Saya tidak tahu kalau ini ilegal. Tahunya akan dipekerjakan di Singapura, dengan gaji 550 Ribu Dollar Singapura,” tutur Indah, calon PMI asal Malang dengan polos.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan salah seorang calon PMI ilegal, karena diperlakukan tidak baik selama berada di penampungan. Menerima laporan, Satgas BP2MI langsung bergerak.

“Puluhan wanita ini, setelah kami cek tidak berada di sistem, sehingga tidak ada perlindungan dari negara. Mereka korban dari sindikat perdagangan orang yang dikelola oleh agen-agen penyalur PMI ilegal,” kata Kepala BP2MI, Beny Rhamdani di Jakarta, Kamis (15/9/2021).

Hampir bersamaan dengan aksi di Batam, di Jakarta Timur juga BP2MI menggagalkan praktik perdagangan orang. Sebanyak 33 korban dijanjikan berangkat ke Polandia dan Qatar dengan iming-iming gaji besar.

Para calon PMI ini diminta sejumlah uang tunai dengan kisaran Rp40-50 juta. “Dua orang dikirim ke Qatar, 24 orang lainnya dijanjikan berangkat ke Polandia dan tujuh lainnya yang beberapa waktu lalu sudah kita amankan,” ujar Benny.

Ke-33 korban ini dijanjikan akan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), pegawai perkebunan dan peternakan. Mereka diurus para calo dari PT Mapan dan LPK.

PT Mapan diketahui sedang diskorsing yang artinya tidak punya hak untuk merekrut dan penempatan pekerja migran. “Lainya diberangkatkan oleh LPK. Padahal LPK tidak punya hak dan izin untuk perekrutan maupun penempatan,” ucap Benny.

Sebelumnya Satgas BP2MI pernah menggagalkan penyelundupan sekitar 200 calon PMI dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menuju Dubai. Penyelamatan 200 calon PMI ini berkat inspeksi mendadak yang dilakukan Benny Rhamdani dan timnya di Terminal 3 Bandara Soetta.

Sebelum merazia, petugas BP2MI telah mengamati gerak-gerik oknum-oknum yang diduga terlibat mengatur keberangkatan para buruh migran itu. Satgas menginterogasi salah seorang pria yang menangani para TKI di Terminal 3.

Sang pria berkelit dan mengaku bukan siapa-siapa. Tetapi foto di galeri ponselnya menunjukkan hal berbeda. Ia kemudian dibawa ke kantor polisi bersama barang buktinya.

Dari penelusuran petugas, rata-rata calon PMI ini hendak dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Benny lalu memberi pemahaman agar mengikuti prosedur yang benar supaya negara bisa memberi perlindungan kepada mereka.

“Banyak yang selama ini bermasalah sampai harus kembali. Bahkan ada hal-hal yang tidak diinginkan. Kekerasan eksploitasi itu karena berangkatnya tidak resmi,” kata Benny.

Selain di tiga lokasi tersebut, Satgas BP2MI di beberapa daerah berhasil menggagalkan pemberangkatan pekerja migran ilegal ke sejumlah negara tujuan. Benny bertekad menangkap oknum-oknum yang terlibat dalam perdagangan manusia itu.

Ia dan jajarannya sudah mengumpulkan data berupa foto dan video, siapa saja yang menangani para TKI tersebut di bandara sehingga bisa keluar dari tanah air. Menurut Benny, pengiriman tenaga kerja secara ilegal melibatkan sejumlah oknum dari beberapa instansi.

“Kami akan sikat, walau di belakang sindikat itu ada back-up dari orang kuat atau yang beratribut kekuasaan. Kita harus berani membersihkan para penjahat pengkhianat Republik Merah-Putih ini karena mereka telanjur diberikan mandat kekuasaan untuk mengurus negara ini, tapi disalahgunakan. Bisnis kotor untuk mendapatkan uang dengan jumlah yang banyak ini harus dihentikan,” kata Benny. (*/adm)

Tinggalkan Balasan