Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Negara Tidak Boleh Kalah dari Calo

BP2MI Kawal Kasus Penganiayaan Yuni Asih di Baghdad

2,007

Bandung – Bisa dimengerti mengapa Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengumumkan perang total terhadap mafia atau sindikat penyaluran pekerja ilegal ke luar negeri. Salah satu alasannya karena PMI yang diberangkatkan secara ilegal itu kerap mendapat penganiayaan di luar negeri.

Kasus terbaru adalah kekerasan fisik yang dialami Yuni Asih, PMI asal Karawang, Jawa Barat di Baghdad, Irak. Diiming-imingi pendapatan besar oleh sindikat penyaluran PMI ilegal, Yuni akhirnya berangkat ke Irak. Di sana ia bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

Namun, impiannya mendapatkan gaji besar kandas. Ia justru berkubang penderitaan.Yuni kerap dipukul, digunduli dan ditusuk garpu oleh majikannya.

Tak tahan dengan kekerasan yang dialaminya tersebut, Yuni mengadu ke BP2MI melalui FPMI Jawa Barat pada 10 Agustus 2021. Aduan itu langsung ditindaklanjuti Kepala BP2MI, Benny Rhamdani.

Mantan aktivis 98 ini kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baghdad.

Dari koordinasinya yang dilakukannya, Benny mengetahui jika Yuni sudah menghubungi KBRI terlebih dahulu.

“Ia mengadu ke KBRI melalui video call pada Juni,” kata Benny dalam sesi jumpa pers di Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (15/9/2021).

Yuni menurut Benny kembali berkomunikasi dengan KBRI pada 28 Juli. Melalui pesan Whatsapp, Yuni menyampaikan pernah dipukul punggungnya dan dicubit oleh majikannya.

“Sejak itu, KBRI terus menjalin komunikasi intensif dan memastikan keselamatan Yuni,” ujar Benny.

Selanjutnya BP2MI dan KBRI mengkoordinasikan kasus ini dengan otoraitas setempat untuk meminta penyelidikan atas dugaan kekerasan.

“KBRI Baghdad tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat, agar Yuni Asih dapat tinggal di shelter KBRI Baghdad sambil menunggu proses hukum lebih lanjut,” ucap Benny seperti dilansir dari sistus resmi BP2MI.

Mantan anggota DPD RI itu mengaku sudah berkomunikasi dengan Yuni Asih dan meminta agar kontak calo yang ada di Indonesia dapat ditindaklanjuti. Namun, nomor telepon calo, yakni Nurbaety saat ini tidak bisa dihubungi. BP2MI terus melakukan penelusuran tempat tinggal dan nomor telepon yang sedang dipakai Nurbaetty.

Sebagai informasi, Nurbaety menurut Benny merupakan pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang pernah digerebek oleh BP2MI atas upaya penempatan PMI ke Taiwan dan Polandia secara non prosedural. Sebanyak lebih dari 20 orang, dan saat ini tengah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kepolisian Resort (Polres) Indramayu.

Benny berjanji untuk terus mengawal masalah yang disampaikan oleh Yuni Asih. BP2MI juga tengah mengupayakan kepulangannya melalui KBRIKBRI Baghdad.

“Negara jangan sampai kalah dari seorang calo bernama Nurbaety. Negara harus hadir dan memberikan perlindungan bagi warganya,” ujar Benny. (Alex Mellese)

Tinggalkan Balasan