Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Pemanasan Memasuki Tahun Penempatan, Kepala BP2MI Semangati ASN

919

SM, JAKARTA – Tidak pernah berhenti mengajak dan memberi teladan untuk mengedepankan pelayanan publik di tubuh BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia), dilakukan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani. Usaha memantapkan kinerja makin kencang dilakukan, tiap saat.

Seperti pada, Kamis (2/12/2021), dalam rapat pembahasan terkait program KTA (Kredit Tanpa Agunan) untuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Benny dalam sambutannya menyemangati jajaran ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkup BP2MI untuk meningkatkan kinerja. Disiplin dalam kerja, profesional dan mengedepankan integritas.

‘’BP2MI di tahun 2022 akan memasuki tahun penempatan PMI. Ayo kerja kompak. Pelayanan publik itu yang utama. Saya tidak pernah meminta macam-macam kepada Deputi, Direktur, Biro dan pejabat lainnya di BP2MI. Yang saya selalu ingatkan, saya tagih adalah kerja nyata. Kolaborasi, dan harus mengikuti ritme kerja saya,’’ kata Benny, di Aula KH. Abdurrahman Wahid, Kantor BP2MI Jakarta.

Lanjut Kepala BP2MI pertama ini menyampaikan terkait ekspektasinya. Menurut politisi yang dikenal sederhana itu, mengimplementasikan program yang disusun pimpinan Kedeputian, di tingkatan Direktorat dan Unit-Unit kerja lainnya tidak sulit. Yang penting yakni niat bekerja, loyal mengerjakan apa yang menjadi prioritas kerja.

‘’Mari kerja bersama, tunjukkan loyalitas dan dedikasi terhadap kerja. Saya tidak mau berbelit-belit, lambat dan menunda-nunda pekerjaan. Soal program KTA ini, jika ada kendala teknis silahkan dicarikan solusinya untuk dieksekusi. Jangan menunda-nunda pekerjaan. Berkali-kali saya mengingatkan prinsip kerja saya adalah bagaimana bekerja cepat, tepat dan tuntas. Ikuti aturan main yang ada,’’ ujar Benny.

Tegas Benny meminta agar para pemangku kepentingan dijajaran BP2MI dibawahnya untuk bersinergi menjalankan apa yang menjadi arahannya. Meningkatkan kinerja, tambah Benny, tidak lain ialah cara untuk meminimalisir, menjawab segala tuduhan serta sinisme oknum tertentu terhadap lembaga BP2MI.

‘’Apa yang saya perintahkan tolong dilaksanakan. Kita semua bisa membaca Medsos, dimana program yang kita laksanakan serius saja masih ada oknum yang nyinyir. Bagaimana bila kita tidak meningkatkan kinerja?. Itu ukurannya, untuk menjadi motivasi kita bekerja bersama dan makin meningkatkan lagi kinerja. Jangan lambat, pasif. Memang bagi saya itulah konsekuensinya kita pejabat publik dikritik, bahkan difitnah. Walau begitu, tetaplah bekerja untuk Republik Indonesia tercinta,’’ tutur Benny.

Untuk diketahui, dalam rapat kali ini juga dihadiri pihak BNI (Bank Negara Indonesia). Selain Kabadan Benny Rhamdani, hadir pula Direktur Penempatan Pemerintah untuk kawasan Asia Afrika, Dwi Yanto, Direktur Penempatan Non Pemerintah, Devril, Kepala Pusdatin BP2MI, Abdul Gofar.

Sambutan Kepala BP2MI

Benny juga memaparkan perilah perlunya memantapkan lagi pengelolaan sistem Informasi dan Teknologi yang modern. Baik dari sektor sistem maupun peningkatan kerja sumber daya manusia juga tidak luput dari sorotannya.

‘’Yang saya harapkan sistem IT sebagai role model. Percontohan, dan sempurna jangkauannya luas. Ini menjadi mimpi besar saya bahwa sistem yang kita rancang, yang kita jalankan ini memotret hal-hal detail dari Pekerja Migran Indonesia. Termasuk CPMI. Layanan elektronik satu kanal harus diperhatikan lagi. Modernisasi sistem pendataan secara terpadu melalui SISKOPMI ini yang diharapkan maksimal. Dimana sistem komputerisasi untuk pelayanan penempatan dan pelindungan PMI harus disiplin dan tertib dilaksanakan,’’ ujar Benny.

Selajutnya, pertemuan yang diikuti Kepala UPT BP2MI se-Indonesia ini dilangsungkan dengan diskusi dan sosialisasi terkait KTA. Yang melibatkan BP2MI dan BNI. Tidak hanya itu, ada kabar gembira juga untuk CPMI Korea, bahwa dalam Minggu ini ada keberangkatan CPMI dilaksanakan BP2MI. (*/Mas)

Tinggalkan Balasan