Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Say Goodbye Para Rentenir, Pesta Pora Kalian Sudah Berakhir

25

SuaraMigran, BANDUNG – Memantapkan pelayanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), dilakukan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2M), tanpa henti. Selasa, (15/3), di Kota Bandung, BP2MI resmi menggelar launching dan sosialisasi skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, program ini untuk membantu proses penempatan PMI. Pada kesempatan tersebut, Kepala BP2MI kembali mengentak publik dan menebar ancaman kepada para sindikat penempatan ilegal PMI.

“Launching dan sosialisasi skema baru KUR untuk Pekerja Migran Indonesia merupakan buah dari kerja kolaborasi BP2MI, Menko Perekonomian, BUMN, dan Kemnaker. Saya haturkan banyak terima kasih atas kerja sama yang baik ini. Mari kita kawal program ini agar berjalan sesuai sasaran yang kita harapkan bersama,” kata Benny Rhamdani, di hotel Pullman Bandung.

Benram begitu Benny Rhamdani akrab disapa, mengatakan tidak akan berhenti melawan sindikat penempatan ilegal PMI. Launching program KUR bagi PMI menurutnya merupakan keberpihakan tegas negara. Bahwa negara selalu hadir.

“Secara intens BP2MI akan melindungi PMI dari target perbudakan. Kerakusan dan kejahatan yang dilakukan Sindikat harus dihentikan. Terima kasih saya ucapkan kepada Menko Perekonomian, Pak Airlangga Hartarto, Menterinya BUMN, Bung Erick Thohir, serta Menteri Ketenagakerjaan, Ibu Haja Ida Fauziyah. Saya percaya kersama sama akan melahirkan perubahan besar. Say goodbye para rentenir, pesta pora kalian telah selesai,” ujar Benny.

Lanjut Kepala BP2MI pertama ini mengatakan, KUR akan menjadi legacy bagi PMI, sebut Benny. Program tersebut dipersembahkan pemerintah melalui perintah Presiden Republik Indonesia, Jokowi. Buah dari kerja kolaborasi ini akan dikontribusikan kepada PMI.

Menko Perekonomian, Airlangga saat sambutan

“Dengan adanya program KUR sangat membantu PMI. Para PMI bisa mengajukan permohonan dana hingga Rp.100 juta. Dengan model pengembalian 11 persen, bahkan diskon menjadi 6 persen. Ini spektakuler. Keberpihakan negara sangat terasa dan sungguh-sungguh. Saya berharap, semangat meberantas mafia penempatan ilegal PMI, dan juga melumpuhkan pergerakan rentenir dilakukan secara konsisten. Perjuangan ini membutuhkan sekutu, bahwa harus ada keterlibatan seluruh stakeholder dan entitas rakyat,” tutur Benny, sembari menambahkan bahwa pembangunan sarana prasarana untuk PMI dilakukan.

Kegiatan Launcing dan sosialisasi ini dihadiri ratusan peserta secara langsung. Juga melalui media daring, 3000 orang lebih. Selain UPT, PMI, CPMI, purna PMI, Diputi di BP2MI, Direktur, juga pimpinan Asosiasi Pekerja Migran Indonesia. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan