Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Permintaan Pekerja Indonesia Banyak

Benny Rhandami-Dubes Arab Saudi Gelar Pertemuan Khusus

1.203

Jakarta – Arab Saudi ternyata sangat membutuhkan tenaga kerja Indonesia. Permintaan pekerja Indonesia di salah satu negara kaya minyak itu banyak.

Duta Besar (Dubes) Arab Saudi, Esham Altsaqafi menyampaikan soal banyaknya permintaan pekerja Indonesia di negaranya ketika menemui Kepala BP2MI, Benny Rhamdani di Jakarta, Rabu (7/9/2021).

“Untuk sektor domestik saja, jumlah penempatan diharapkan paling tidak 6.000 orang per bulan,” kata Esham yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Konsuler Mr. Abdullah Al Mutiry.

Mengingat permintaan pekerja Indonesia di Arab Saudi sangat besar, Esham berharap sistem satu kanal dapat segera dilaksanakan.

Jika ada kendala yang mengakibatkan penundaan sistem ini berlaku, Arab Saudi menurut dia siap duduk satu meja dengan Indonesia untuk mencari jalan keluarnya.

Ia mengakui kalau masa pandemi covid-19 mengakibatkan berbagai program tak bisa berjalan baik, termasuk MoU pelaksanaan penempatan pekerja Indonesia yang telah ditandatangani sejak 2018 lalu.

“Indonesia adalah sahabat baik kami,” ujar Esham.

Harapan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia itu direspon positif Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Kata Benny, pemerintah Indonesia pada prinsipnya mendorong pelaksanaan satu kanal kesepakatan indonesia dan Saudi.

Namun, perlu dilakukan evaluasi apabila pada tataran implementasinya masih mengalami kendala mengingat sudah hampir tiga tahun program ini belum bisa di laksanakan.

BP2MI menurut mantan anggota DPD RI ini siap mendiskusikan hal ini untuk mencari solusi dan jalan keluar sekaligus juga menerapkan skema penempatan yang tentunya mengakomodir kedua belah pihak terutama terkait dengan prokes, kualitas dan .

“Arab Saudi adalah negara penempatan dengan jumlah PMI terbesar yang menjadi tujuan masyarakat Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Sebagai salah satu bentuk perlindungan BP2MI berkomitmen untuk mempersiapkan SDM berkualitas, sehat dan terampil agar dapat mengisi pasar kerja di Arab Saudi,” Benny memaparkan.

Ia mengapresiasi Arab Saudi yang telah membuat regulasi terkait perlindungan bagi tenaga kerja asing baik sektor formal maupun domestic. Benny juga berharap peluang di Arab Saudi, seperti sektor kesehatan, ritel, oil, gas, konstruksi dan lain-lain dapat dissi oleh SDM Indonesia yang sudah dipersiapkan.

Dengan posisi dua pihak yang saling membutuhkan, Benny mengusulkan agar berharap kerja sama Arab Saudi dan Indonesia makin diperkuat.

“BP2MI sebagai lembaga negara yang diamanahkan Presiden RI berkewajiban memberi perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia serta menjadi pelaksana melalui konsolidasi kebijakan dengan ementerian dan lembaga lain, termasuk dengan negara sahabat Arab Saudi,” ujar Benny. (adm)

Tinggalkan Balasan