Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Bahaya Sindikat dan Musuh Besar Negara

1.616

Jakarta – Berbagai modus operandi dijalankan para sindikat. Pengrebekan (sidak) yang sering dilakukan Satgas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), tidak hanya menyerang satu titik, melainkan melalui berbagai penjuru untuk mengamputasi pergerakan sindikat pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Itulah bentuk totalitas BP2MI memerangi praktek jahat.

Praktek yang merugikan para PMI kita. Konsistensi perang terhadap sindikat dipelopori langsung Kepala BP2MI, Benny Rhamdani. Bahaya tumbuh kembangnya sindikat ini telah disampaikan Kepala Badan (Kabadan) Benny, bahwa konsekuensi dari manuver destruktif sindikat tersebut adalah masyarakat. Sehingga demikian, Kabadan tidak memberi ruang kepada para sindikat.

“Kerja sindikat PMI ilegal merugikan banyak orang. Jangan sampai negara kalah Langkah. Sebab, ulah dari praktek jahat ini sama saja melecehkan negara Indonesia yang kita cintai. Artinya, perang terhadap mereka menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan satu dua orang, bukan satu dua Lembaga, bukan pula tanggung jawab pemerintah semata. Mari kita bekerja Bersama berantas para sindikat,’’ kata Benny.

Tambah Kabadan, musuh negara yang membahayakan kesejahteraan, masa depan dan kehidupan masyarakat tak lain adalah sindikat. Untuk mengantisipasi makin meluasnya para sindikat, BP2MI punya skema membuat susah para sindikat. Benny juga menyebut BP2MI telah menabuh genderang perang untuk para sindikat PMI ilegal.

“Sindikat merupakan musuh negara. Itu artinya, gerak yang solid perlu digaungkan terus. Jangan sampai salah atau BP2MI lambat bergerak. Yakinlah dengan gerak intensif lintas sektoral yang kita lakukan, maka sindikat akan mati berlahan. Saya sudah berkomitmen, memberi sanksi kepada siapa saja kelompok dan oknum pegawai di BP2MI yang terbukti terlibat dalam praktek sindikasi ini. Genderang perang telah kita tabuh, itu tandanya kita siap perang dengan sindikat pengiriman PMI ilegal sampai titik darah penghabisan,’’ ujar Benny. (*/amas mahmud)

Tinggalkan Balasan