Melayani & Melindungi Dengan Nurani

Deni Hendri Saputra; Eks Migran yang Kini Beromzet 1 Miliar Perbulan dari Hasil Budidaya Melon

10

JAKARTA – Setelah pulang dari negeri orang berjuang untuk mendapatkan hidup yang layak, mereka kini memilih pulang ke tanah air untuk membangun usaha sendiri dan hasilnya sungguh memuaskan, tentu dengan banyaknya pengalaman di negeri seberang, ilmu yang telah mereka dapatkan diaplikasikan ke negeri sendiri.

Hal itu, seperti yang dilakukan oleh Deni Hendri Saputra, seorang eks pekerja migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan, yang sekarang tengah menekuni budidaya melon, dari hasil ketekunan itu, kini omset usaha pertaniannya mencapai Rp 1 miliar.

Dilansir dari suaramerdeka.com, lelaki warga Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur itu, sebelumnya pernah bekerja di Korea Selatan selama 7 tahun, di negeri yang dikenal sebagai negeri ginseng itu ia bekerja sebagai operator mesin.

- Advertisement -

Biasanya, para eks migran Indonesia setelah masa kontrak selesai sering kebingungan untuk melakukan kerja apa setelah pulang ke kampung halaman.

Tapi, tidak dengan Deni, selepas pulang dari Korea Selatan ia selalu berpikir agar tidak menjadi pengangguran. Ia kemudian mengeluti dunia pertanian yang selama ini menjadi profesi orangtuanya.

Deni kemudian mencoba menjadi petani sayuran, meskipun beberapa kali gagal, ia pun tak kenal putus asa, semangat yang dipacu karena kedisiplinan bekerja di negeri Ginseng.

“Waktu itu karena orang tua saya petani, saya coba bertani cabe, terus bertani sayuran lainnya, tapi gagal karena harga naik turun,” ucap Deni kepada Humas Kemnaker, di Lampung Timur seperti dikutip oleh suaramigran.com.

Usaha pertanian yang dicoba memang tidak serta merta menuai hasil, usahanya pantang mundur, ia terus memutar otak yang akhirnya mencoba budidaya melon. Apalagi kala itu belum ada budidaya Melon di Lampung.

- Advertisement -

“Saya melihat potensi, peluang besar di Lampung sendiri belum ada budidaya melon. Saya coba, setelah berhasil, saya ajak tetangga ayo usaha melon biar nanti saya bantu pemasarannya,” ucapnya seperti dikutip oleh suaramigran.

Dari hasil budidaya melon inilah Deni akhirnya menemukan core bisnis di dunia pertanian yang cocok untuk dirinya. Bisnisnya berkembang dan mampu memberdayakan sekitar 60 orang yang merupakan tetangga di sekitar rumahnya. Bahkan menurut Deni, omzet dari budidayanya mencapai 1 miliar rupiah per bulan.

“Omzet per bulan 1 miliar lebih. Karena per minggunya itu 250 (juta) ke atas. Karena saya punya mitra petani lebih dari 100 yang terdiri dari Lampung Palembang, dan Bengkulu. Saya juga menangani pemasarannya,” ungkapnya.

Deni pun berharap bisnis melonnya semakin bisa menguasai pasar dunia internasional. Sebagai eks PMI dirinya membuat hasil yang membanggakan, meskipun jatuh bangun Deni adalah sosok yang tak pernah menyerah.

Deni kemudian mendapat penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai Pekerja Migran Indonesia Purna Penempatan Berprestasi 1.

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah pada Peringatan Hari Migran Internasional 2023 yang diselenggarakan di Lampung Timur, Senin (18/12/2023) lalu.

“Terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan yang telah memberikan penghargaan kepada saya,” ucapnya.

Terakhir, ia berpesan kepada Pekerja Migran Indonesia Purna Penempatan agar tidak menyerah dalam berusaha, terus melangkah mengikuti proses yang sudah semestinya dijalani.***

Tinggalkan Balasan